Merdeka45 News| Flores -NTT - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) bergerak cepat memperkuat penanganan darurat. TNI AL mengerahkan KRI dr. Suharso sebagai rumah sakit terapung menuju Pelabuhan Reo, Kabupaten Manggarai.

Kapal perang bantu rumah sakit tersebut membawa fasilitas kesehatan dan tenaga medis untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang terdampak gempa, khususnya di wilayah Manggarai Raya. Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada Sabtu (15/8/2026) menimbulkan dampak serius di sejumlah wilayah.

Kerusakan fasilitas umum dan terganggunya pelayanan kesehatan membuat kebutuhan terhadap tenaga medis, obat-obatan dan fasilitas kesehatan darurat semakin mendesak.

Pengerahan KRI dr. Suharso dilakukan di bawah koordinasi Laksamana Pertama TNI Edy Setyawan, S.E., Danguskamla Koarmada II, sebagai bagian dari respons cepat TNI AL dalam mendukung pemerintah menangani kondisi darurat pascagempa.

Laksamana Pertama TNI Edy Setyawan mengatakan KRI dr. Suharso disiapkan untuk memberikan pelayanan kesehatan secara langsung kepada masyarakat terdampak. “KRI dr. Suharso ini adalah kapal tipe bantuan rumah sakit. Insyaallah akan segera bergerak dari Surabaya menuju Pelabuhan Reo, Manggarai,” ujar Edy (18/8/2026).

Keputusan mengerahkan kapal rumah sakit tersebut diambil setelah dilakukan pemantauan langsung terhadap sejumlah titik terdampak gempa, termasuk Kampung Waso dan Kampung Ruis. Hasil pemantauan menunjukkan sejumlah fasilitas kesehatan mengalami kerusakan maupun gangguan sehingga pelayanan medis kepada masyarakat belum dapat berjalan secara normal.

“Kemarin saya sudah survei langsung ke titik-titik gempa, yaitu di Kampung Waso dan Kampung Ruis. Hampir fasilitas kesehatan itu stop dikarenakan terdampak gempa. Oleh karena itu, kita segera melakukan reaksi cepat untuk mendorong KRI dr. Suharso hadir di Pelabuhan Reo,” katanya.

Kondisi tersebut membuat keberadaan fasilitas kesehatan alternatif menjadi sangat penting. KRI dr. Suharso kemudian dipersiapkan sebagai rumah sakit terapung yang dapat menjadi tempat pelayanan sekaligus rujukan medis sementara bagi masyarakat.

“Jadi kita fungsikan nanti KRI dr. Suharso sebagai rumah sakit terapung di sana. Kita memiliki fasilitas lengkap di sana yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, khususnya di Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur dan Manggarai Barat,” jelas Edy.

Kehadiran KRI dr. Suharso di Pelabuhan Reo diharapkan dapat menjadi solusi sementara bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan. pascabencana, kebutuhan warga bukan hanya pertolongan terhadap korban luka. pemeriksaan kesehatan, tenaga medis, obat obatan, peralatan kesehatan serta layanan rujukan juga menjadi kebutuhan mendesak.

Rumah sakit terapung tersebut diharapkan mampu memperkuat pelayanan medis sekaligus membantu meringankan beban fasilitas kesehatan di daratan yang masih dalam proses pemulihan. Bagi warga yang kehilangan akses terhadap layanan kesehatan akibat kerusakan fasilitas, kedatangan KRI dr. Suharso menjadi secercah harapan di tengah situasi darurat. Selain KRI dr. Suharso, TNI AL juga mengerahkan sejumlah kapal untuk mendukung operasi kemanusiaan di Flores. Kapal yang dikerahkan antara lain KRI Bung Hatta-370 dan KRI Hiu.

Ketiga kapal tersebut diarahkan menuju Pelabuhan Reo, Kabupaten Manggarai.

“Ketiga kapal ini sedang bergerak menuju Pelabuhan Reo, Kabupaten Manggarai,” kata Edy.

TNI AL juga menyiapkan satu satuan setingkat batalion komposit dengan kekuatan sekitar 200 personil.Pengerahan KRI dr. Suharso menunjukkan bahwa kekuatan TNI AL tidak hanya hadir dalam menjaga pertahanan dan keamanan negara, tetapi juga dapat digerakkan untuk misi kemanusiaan ketika rakyat menghadapi bencana.

Kehadiran KRI dr.Suharso di Pelabuhan Reo diharapkan menjadi salah satu tumpuan pelayanan kesehatan selama masa tanggap darurat, sembari fasilitas kesehatan di daratan secara perlahan dipulihkan. Negara hadir, bantuan bergerak, dan harapan harus tetap hidup di tengah duka gempa Flores -NTT.

Wendy