Merdeka45 News| Flores, NTT - Gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M)7,7 yang mengguncang pulau Flores Sabtu(15/8/2026) yang memporak porandakan bangunan warga dan terpaksa harus mengungsi dan mendirikan posko darurat.Hal ini terjadi hampir seluruh daratan Flores termasuk kecamatan Reo Kabupaten Manggarai.

Hasil pantauan awak Media Merdeka45 di kecamatan Reo, tenda tenda dibangun seadanya menanti bantuan dari pemerintah.warga pengungsi tidur dengan beralaskan tikar seadanya dan terpal sebagai atap dengan kondisi yang tidak layak dipakai.Untuk keberlangsungan hidup berharap sepenuhnya bantuan dari pemerintah baik itu makanan maupun air bersih.

Sambil menanti bantuan, warga Reo senantiasa di selimuti rasa cemas dan takut dengan adanya gempa susulan yang selalu mengguncang setiap 5-10 menit.

Eldis Jemali salah seorang warga pengungsi merasa trauma " saya pribadi merasa takut setiap ada gempa susulan apalagi anak saya mengalami luka dikepala dan harus dijahit akibat di timpah bangun rumah yang roboh,kami berharap pemerintah cepat memberi bantuan berupa beras,air minum bersih,obat obatan, kebutuhan pokok lainnya serta kasur dan tenda yang layak".

Kondisi di setiap posko pascgempa memang sangat memprihatikan apalagi posko mandiri yang dihuni oleh beberapa kepala keluarga dalam satu tenda.Meskipun bantuan pemerintah sudah ada namun penyaluran bantuan belum merata,masih banyak warga pengungsi yang belum mendapat bantuan.Besar harapan pemerintah benar benar memberi bantuan sesuai data data yang di ambil perangkat desa, kelurahan, camat sesuai fakta lapangan termasuk untuk pendataan rumah yang hancur akibat gempa.

Wendy