Merdeka45 News| SAWAHLUNTO — Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Sawahlunto mulai memanaskan mesin politik menghadapi Pemilu 2029. I Made Safari Oktaria dipercaya memimpin DPC PPP Sawahlunto periode 2026–2031, menggantikan Adi Ikhtibar.

Pergantian kepemimpinan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan DPP PPP Nomor 0514/SK/DPP/C/VI/2026. Kepengurusan baru kini dihadapkan pada agenda penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi, menjaga soliditas kader, serta mempersiapkan struktur partai hingga tingkat kecamatan dan ranting.

Bagi PPP Sawahlunto, pergantian kepemimpinan bukan hanya persoalan perubahan posisi. Tantangan yang lebih besar adalah memastikan seluruh kader tetap solid dan mampu bergerak bersama menghadapi tahapan Pemilu 2029, termasuk persiapan verifikasi faktual sebagai salah satu persyaratan peserta pemilu.

Mantan Ketua DPC PPP Sawahlunto yang kini menjabat Ketua Majelis Pakar DPW PPP Sumatera Barat, Adi Ikhtibar, meminta seluruh kader menyikapi pergantian kepemimpinan secara dewasa dan tidak menjadikannya sebagai sumber perpecahan.

Menurut Adi, PPP harus tetap menjadi ruang perjuangan untuk kebaikan sekaligus sarana bagi kader memperkuat pengabdian kepada masyarakat.

“I Made Safari merupakan Ketua DPC yang baru. Untuk itu, setiap kader harus menghormatinya dan saling menjaga kebersamaan untuk meraih kesuksesan di masa datang,” ujar Adi.

Ia menilai tantangan PPP menuju Pemilu 2029 cukup berat. Karena itu, pembenahan dan penguatan struktur organisasi harus dilakukan sejak dini agar partai benar-benar siap menghadapi seluruh tahapan pemilu.

Sementara itu, Ketua DPC PPP Sawahlunto I Made Safari Oktaria menegaskan bahwa kepengurusan baru tidak akan serta-merta meninggalkan program-program yang telah berjalan.

Menurutnya, berbagai program yang masih relevan akan tetap dilanjutkan, sementara sejumlah langkah baru akan disesuaikan dengan kebutuhan organisasi dan kondisi masyarakat Sawahlunto.

“Saya ingin menyatukan kekuatan, soliditas, dan kebersamaan demi membangun partai agar bisa lebih berdaya guna dalam membangun Sawahlunto lebih baik dan maju melalui perjuangan PPP,” kata I Made Safari.Sabtu, 15/8/2026.

Ia menegaskan, kekuatan PPP tidak hanya ditentukan oleh struktur kepengurusan, tetapi juga oleh kemampuan seluruh kader membangun kebersamaan dan hadir di tengah masyarakat.

Kerja bersama, menurutnya, menjadi kunci untuk memperkuat posisi politik PPP sekaligus memperjuangkan kepentingan masyarakat Kota Sawahlunto.

Wakil Ketua Korwil Sumbar VI PPP, H. H. Jaswandi, turut meminta konsolidasi organisasi dilakukan secara menyeluruh. Menurutnya, penguatan partai tidak boleh berhenti di tingkat DPC, tetapi harus sampai ke tingkat ranting. “Kita harus bersatu. Setiap persoalan yang muncul mari kita selesaikan dalam satu meja,” ujar Jaswandi.

Ia juga meminta seluruh persoalan internal partai diselesaikan melalui mekanisme organisasi dan tidak dibawa keluar yang berpotensi menimbulkan kegaduhan serta mengganggu soliditas kader.

Selain memperkuat struktur, Jaswandi mendorong DPC PPP Sawahlunto lebih aktif menyerap aspirasi masyarakat. Ia mengusulkan agar rapat dilakukan secara berkala, setidaknya sekali dalam tiga bulan, untuk menghimpun berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Aspirasi tersebut kemudian dapat diperjuangkan melalui jalur politik, termasuk dalam pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) di DPRD Sawahlunto.

“Serap dan sampaikanlah aspirasi rakyat tersebut masuk dalam KUA-PPAS,” ucapnya.

Dengan kepemimpinan baru di bawah I Made Safari Oktaria, PPP Sawahlunto kini mulai menata langkah. Konsolidasi kader, penguatan struktur hingga tingkat ranting dan penyerapan aspirasi masyarakat menjadi pekerjaan utama menuju Pemilu 2029.

Mesin politik PPP Sawahlunto pun mulai dipanaskan. Tantangannya bukan hanya memenangkan kontestasi politik, tetapi memastikan partai tetap hadir dan memberi manfaat bagi masyarakat melalui perjuangan politik yang terarah dan berkelanjutan.

TIMMN45