Hal tersebut disampaikan Marizal saat kegiatan Peningkatan Kapasitas Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Solok, Kamis, 3 September 2026. Kegiatan yang berlangsung selama satu hari tersebut diikuti seluruh personel TRC BPBD Kabupaten Solok.

Menurut Marizal, saat di hubungi via WA dengan awak media Merdeka45News. Com,personel TRC harus senantiasa memiliki kesiapan fisik, mental dan kemampuan teknis yang memadai. Hal ini penting karena TRC merupakan salah satu unsur yang dituntut mampu memberikan respons cepat ketika terjadi bencana maupun kondisi kedaruratan.

“Peningkatan kapasitas ini sangat penting untuk memastikan personel TRC selalu siap menghadapi berbagai kondisi kedaruratan. Kita terus mendorong peningkatan kemampuan, kedisiplinan dan profesionalisme agar respons terhadap masyarakat dapat dilakukan dengan cepat, tepat dan terukur,” ujar Marizal.

Kegiatan tersebut diawali dengan senam pagi, kemudian dilanjutkan dengan peningkatan kapasitas teknis penggunaan drone yang materinya disampaikan langsung oleh Pilot Drone BNPB.

Pemanfaatan drone menjadi salah satu kemampuan penting dalam mendukung operasi penanggulangan bencana, terutama untuk pemantauan situasi, pengumpulan informasi lapangan, dokumentasi serta pemetaan wilayah terdampak bencana.

Selain itu, personel TRC juga mendapatkan pelatihan Peraturan Baris-Berbaris (PBB) guna meningkatkan kedisiplinan, kekompakan dan koordinasi personel.

Pelatihan kemudian dilanjutkan dengan materi penyelamatan di air (water rescue), yang ditutup dengan simulasi penyelamatan di Danau Singkarak.

Dalam kegiatan tersebut, BPBD Kabupaten Solok juga berkolaborasi dengan Polsek Singkarak, termasuk bersama Bhabinkamtibmas Nagari Tikalak, AIPTU Veby.

Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi lintas sektor dalam menghadapi berbagai potensi kondisi kedaruratan di wilayah Kabupaten Solok.

Marizal menyampaikan bahwa penanganan bencana tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja. Dibutuhkan kerja sama yang kuat antara pemerintah daerah, BPBD, TNI-Polri, pemerintah nagari, relawan dan masyarakat.

“Kolaborasi lintas sektor harus terus diperkuat. Dalam kondisi bencana, kecepatan informasi, komunikasi dan koordinasi sangat menentukan keberhasilan penanganan di lapangan,” katanya.

Kegiatan peningkatan kapasitas TRC tersebut dibuka oleh Kalaksa BPBD Kabupaten Solok, Khairul, S.Sos. Turut hadir Direktur Pemetaan dan Evaluasi Risiko Bencana (PERB) BNPB, Dr. Ir. Udrekh, S.E., M.Sc.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Solok, Nopelius, S.T., M.T., menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas TRC merupakan agenda rutin tahunan sebagai bagian dari upaya menjaga dan meningkatkan kesiapsiagaan personel.

“Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan sebagai bagian dari upaya menjaga dan meningkatkan kapasitas, profesionalisme, kedisiplinan, serta kesiapsiagaan TRC agar senantiasa siap memberikan respons yang cepat, tepat, efektif, dan terukur dalam setiap operasi penanggulangan bencana,” ujar Nopelius.

Ia menambahkan, TRC yang memiliki kapasitas dan kompetensi yang baik akan semakin siap memberikan respons terbaik kepada masyarakat dalam setiap kejadian bencana.

Melalui kegiatan tersebut, BPBD Kabupaten Solok berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kesiapan TRC sebagai garda terdepan dalam memberikan respons awal terhadap kejadian bencana.( TIMMN45)