Berdasarkan laporan sementara dari lapangan, banjir bandang diduga bersumber dari kawasan hulu Sungai Batang Laso.

Longsoran bukit di sekitar aliran sungai membawa material berupa pasir, batu, lumpur dan air dalam jumlah besar hingga menerjang kawasan perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok serta wilayah di sekitarnya.

Derasnya aliran material juga menyebabkan luapan sungai hingga memasuki badan Jalan Raya Solok–Padang yang berada di sekitar kawasan perkantoran. Kondisi tersebut berdampak terhadap akses masyarakat dan aktivitas di kawasan Arosuka.

Sejumlah kantor pemerintahan terdampak material banjir dengan ketebalan yang bervariasi. Kantor Dinas PUPR tertimbun material sekitar 30 sentimeter dan Kantor DPMN sekitar 20 sentimeter. Sementara itu, Kantor DPRD Kabupaten Solok tertimbun material sekitar 60 sentimeter.

Material banjir juga memasuki Kantor Bapenda dan Bapelitbang masing-masing sekitar 40 sentimeter, Inspektorat Daerah sekitar 30 sentimeter, Dinas Pariwisata sekitar 40 sentimeter, Dinas Pertanian sekitar 40 sentimeter, Dinas Kesehatan sekitar 40 sentimeter, serta Kantor BKPSDM sekitar 20 sentimeter.

Bencana tersebut menyebabkan empat orang mengalami luka-luka. Tiga korban mengalami luka ringan, yakni Muslihat, 54 tahun, Anggiat Sirait, 66 tahun, dan Yurnalis, 45 tahun. Ketiganya telah mendapatkan penanganan medis, sementara Anggiat menjalani observasi pascatrauma di RSUD Arosuka Kabupaten Solok.

Sementara itu, Muhammad Nur Zen, 56 tahun, ASN PPPK Paruh Waktu pada Bagian Umum Setda Kabupaten Solok, mengalami luka berat berupa fraktur pada alat gerak bawah disertai perdarahan. Korban kemudian dirujuk ke Semen Padang Hospital (SPH) Kota Padang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Sejumlah kendaraan juga terdampak material galodo. Sedikitnya tujuh kendaraan telah terdata, terdiri dari kendaraan dinas dan kendaraan milik masyarakat. Sementara jumlah sepeda motor yang terdampak masih dalam proses pendataan oleh petugas di lapangan.

Dampak bencana juga dirasakan masyarakat di kawasan permukiman. Berdasarkan perkiraan sementara, sekitar 100 unit rumah terdampak material banjir bandang. Namun, jumlah tersebut masih dalam proses pendataan dan verifikasi oleh BPBD Kabupaten Solok.

Selain rumah warga, fasilitas umum juga terdampak. Satu unit jembatan penghubung jalan utama Arosuka dilaporkan tertimbun material sehingga belum dapat dilalui. Masjid Kayu Aro juga dilaporkan tertimbun material longsor, sementara dampak terhadap lahan pertanian masih dalam proses pendataan.

Sekitar 50 warga terdampak dilaporkan mengungsi ke sejumlah lokasi, di antaranya Mapolres Solok, Rumah Dinas Wakil Bupati Solok dan Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Solok. Penanganan dan evakuasi warga terus dilakukan untuk memastikan keselamatan masyarakat yang terdampak bencana.

Penanganan awal dipimpin langsung Kapolres Solok AKBP Rini Anggraini, SS, S.I.K., dengan melibatkan Dit Samapta Polda Sumbar, Sat Brimob Polda Sumbar, BPBD Provinsi Sumbar, Polres Solok, Polsek Gunung Talang, Kodim 0309 Solok, serta BPBD Kabupaten dan Kota Solok. Tiga unit alat berat juga dikerahkan, terdiri dari satu excavator, satu wheel loader dan satu bulldozer untuk mempercepat proses evakuasi dan pembersihan material.

Hingga Selasa, 22 September 2026, pendataan terhadap korban, kerusakan bangunan, rumah warga, kendaraan, fasilitas umum dan lahan pertanian masih dilakukan oleh pihak terkait.

Kondisi sejumlah titik terdampak terus dipantau guna mengantisipasi kemungkinan banjir susulan maupun longsor, sementara masyarakat di kawasan rawan bencana diimbau tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan.TIMMN45