Kepedulian tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan berupa air minum mineral dan uang tunai sebesar Rp8 juta yang diperuntukkan bagi 32 kepala keluarga (KK) terdampak bencana. Bantuan diserahkan di Posko Utama Tanggap Darurat Bencana Kabupaten Solok, Minggu (4/10/2026).

Penyaluran bantuan dilakukan oleh Ilham Andre dari Sumatera Barat bersama Banta Sutan Sati dari Kabupaten Solok. Bantuan tersebut kemudian diterima oleh Sekretaris BPBD Kabupaten Solok, Marizal, S.Sos., MM, di Posko Utama Tanggap Darurat.

Ilham Andre mengatakan, kehadiran Campervan Indonesia bersama sejumlah anggota dan relawan di Kabupaten Solok merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang tengah menghadapi dampak bencana galodo.

“Kami dari Campervan Indonesia bersama teman-teman dari Sumatera Barat dan Kabupaten Solok datang untuk ikut membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana galodo di Kabupaten Solok. Bantuan yang kami bawa berupa air minum mineral dan bantuan uang tunai sebesar Rp8 juta untuk 32 kepala keluarga,” ujarnya.

Menurut Ilham, bantuan tersebut diharapkan dapat sedikit meringankan kebutuhan keluarga yang saat ini berada dalam kondisi sulit. Ia menegaskan, nilai bantuan bukan menjadi ukuran utama, melainkan semangat kebersamaan dan solidaritas yang ingin dibangun.

“Kami berharap bantuan ini tidak dilihat dari besar atau kecilnya, tetapi sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas. Semoga masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan proses pemulihan di Kabupaten Solok bisa berjalan dengan baik,” katanya.

Sementara itu, Marizal menyampaikan apresiasi kepada Campervan Indonesia serta seluruh pihak yang terus memberikan perhatian dan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan bantuan yang diberikan Campervan Indonesia kepada masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Solok.

Bantuan berupa air mineral dan uang tunai ini tentunya sangat berarti bagi warga, khususnya 32 kepala keluarga yang menjadi penerima,” ungkapnya.

Marizal menambahkan, dukungan dari komunitas, organisasi, dunia usaha maupun masyarakat luas memiliki arti penting dalam masa tanggap darurat. Kehadiran berbagai elemen tersebut ikut membantu pemerintah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.

“Dalam kondisi tanggap darurat seperti sekarang, dukungan dari berbagai komunitas dan masyarakat sangat membantu pemerintah dalam memenuhi kebutuhan warga terdampak. Kami berharap kepedulian seperti ini terus tumbuh dan menjadi kekuatan bersama dalam proses penanganan dan pemulihan bencana,” tuturnya.

Penyaluran bantuan di Posko Utama Tanggap Darurat Bencana Kabupaten Solok tersebut menjadi bukti bahwa penanganan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Partisipasi masyarakat dan komunitas menjadi energi tambahan bagi keluarga korban untuk bangkit menghadapi situasi sulit.

Di tengah proses pemulihan yang masih membutuhkan waktu dan perhatian, solidaritas dari berbagai pihak diharapkan terus berlanjut. Bantuan sekecil apa pun, ketika disalurkan dengan kepedulian dan tepat sasaran, dapat menjadi berarti bagi masyarakat yang sedang berjuang melewati masa sulit akibat bencana galodo.

TIMMN45