Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi wilayah yang terdampak sekaligus memastikan penanganan bencana dan kebutuhan masyarakat dapat segera dilakukan.
Gubernur Mahyeldi dalam kunjungannya didampingi Bupati Solok Jon Firman Pandu, Wakil Bupati Solok H. Candra, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Solok Muhammad Joni, Pj. Sekda Kabupaten Solok Masheri Yanda Boy, jajaran DPRD, Kalaksa BPBD, kepala OPD serta sejumlah instansi terkait.
Banjir bandang terjadi pada Senin malam (21/9/2026) sekitar pukul 19.53 WIB. Galodo membawa material lumpur, batu, kayu dan material lainnya hingga menerjang sejumlah kawasan, termasuk kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok di Arosuka.
Mahyeldi melihat langsung kondisi kawasan yang terdampak, termasuk sejumlah fasilitas pemerintahan dan akses yang tertutup material banjir. Gubernur juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur terkait mengenai langkah penanganan di lapangan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Solok Jon Firman Pandu menyampaikan kondisi terkini wilayah terdampak kepada Gubernur Sumbar.
Pemerintah Kabupaten Solok terus melakukan pendataan, evakuasi, pembersihan material serta penanganan terhadap warga yang terdampak.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Solok Muhammad Joni menyatakan pihaknya ikut memantau kondisi akses dan arus lalu lintas di kawasan terdampak. Pemantauan dilakukan untuk mendukung kelancaran mobilitas tim evakuasi, kendaraan bantuan dan petugas di lapangan.
“Kita terus berkoordinasi dengan unsur terkait untuk melihat kondisi akses di lapangan. Yang paling penting saat ini bagaimana jalur yang terdampak dapat ditangani secara bertahap dan mobilitas petugas maupun masyarakat tetap terpantau,” ujar Muhammad Joni.
Dari hasil peninjauan, sejumlah kantor pemerintahan terdampak material galodo. Sedikitnya 11 kantor dilaporkan terdampak, dengan kondisi cukup berat terlihat pada DPMN, Dinas PUPR, Dinas Pariwisata, Dinas Kesehatan, Barenlitbang, Inspektorat, Pendapatan Daerah dan Sekretariat DPRD Kabupaten Solok.
Pemerintah Kabupaten Solok juga menyiapkan tenda pengungsian dan posko bencana di depan kompleks Kantor Bupati Solok serta di depan kantor BPJS Kabupaten Solok. Posko tersebut menjadi pusat informasi sekaligus mendukung penanganan warga terdampak.
Pemkab Solok juga akan menetapkan Status Tanggap Bencana pada Selasa (22/9/2026).
Penetapan tersebut dilakukan untuk mendukung percepatan proses evakuasi, pembersihan material serta penanganan dampak bencana di lapangan.
Data sementara mencatat dua orang masih dalam pencarian, yakni AG (59) dan DA (21). Sementara empat warga lainnya telah mendapatkan penanganan medis, yakni MI (54) di RSUD Arosuka, MN (57) di SPH Padang, serta AS (66) dan YN (45) di RSUD Arosuka.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi mengingatkan agar seluruh unsur pemerintah dan pihak terkait memperkuat koordinasi dalam menghadapi kondisi pascabencana.
Penanganan diprioritaskan pada keselamatan masyarakat, evakuasi, kebutuhan mendesak serta pemulihan akses dan fasilitas yang terdampak.
Peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah provinsi dan pemerintah Kabupaten Solok untuk memastikan kondisi di lapangan terus terpantau dan langkah penanganan dapat dilakukan sesuai perkembangan situasi.
TIMMN45.