Merdeka45 News| Solok — Lomba Pidato AHY Muda hadir bukan sekadar sebagai ajang adu kemampuan berbicara di depan publik, tetapi juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk menyampaikan gagasan segar, aspirasi masyarakat, serta solusi terhadap berbagai persoalan bangsa.

Program tersebut mengusung tema besar “Bersama Rakyat, Memajukan Ekonomi, Menegakkan Keadilan, Merawat Demokrasi.”

Tema ini membuka kesempatan bagi pelajar untuk menyampaikan pandangan dari perspektif generasi muda mengenai berbagai tantangan dan masa depan Indonesia.

Ketua Partai Demokrat Kabupaten Solok, Agus Syahdeman, SE, yang juga Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, menyampaikan bahwa program yang digagas DPP Partai Demokrat tersebut merupakan bentuk perhatian terhadap perkembangan dan dinamika bangsa saat ini. Kamis, 13/8/2026.

Menurut Agus Syahdeman, perkembangan negara yang semakin dinamis membutuhkan keterlibatan generasi muda, bukan hanya sebagai penerus, tetapi juga sebagai bagian penting dalam memberikan gagasan dan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Melalui Lomba Pidato AHY Muda ini, kita ingin memberikan ruang kepada generasi muda untuk menyampaikan pemikiran, melihat persoalan yang terjadi di tengah masyarakat, sekaligus menawarkan solusi yang konstruktif,” ujarnya.

Ia menilai kemampuan komunikasi publik sangat penting dimiliki generasi muda, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi, perubahan ekonomi, tantangan lapangan kerja, pendidikan, serta dinamika demokrasi.

“Generasi muda harus berani berbicara, tetapi yang lebih penting adalah apa yang disampaikan memiliki gagasan, data, solusi dan keberpihakan kepada kepentingan masyarakat,” katanya.

Sejumlah subtema dapat dipilih peserta, mulai dari ekonomi rakyat dan peluang generasi muda, lapangan kerja dan kewirausahaan muda, pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, digitalisasi dan inovasi bangsa, hingga pertanian, pangan dan kemandirian nasional.

Selain itu, peserta juga dapat mengangkat aspirasi masyarakat daerah, demokrasi yang sehat dan berkeadaban, serta implementasi Asta Cita dalam perspektif generasi muda.

Lomba Pidato AHY Muda dirancang untuk melatih kemampuan generasi muda dalam menyusun dan menyampaikan pidato publik. Program ini sekaligus diarahkan untuk membentuk karakter kepemimpinan yang percaya diri, komunikatif dan argumentatif.

Generasi muda juga didorong untuk membangun tradisi intelektual dan komunikasi politik yang santun, sekaligus berani menyuarakan aspirasi rakyat melalui gagasan yang konstruktif.

Peserta lomba merupakan pelajar SMA, SMK, MA atau sederajat.

Setiap peserta wajib mendapatkan bimbingan atau rekomendasi dari anggota Fraksi Partai Demokrat sesuai daerahnya. Setiap anggota Fraksi Partai Demokrat juga diwajibkan mengusulkan sedikitnya satu orang peserta.

Dalam pelaksanaannya, peserta harus menyiapkan naskah pidato, materi pendukung berupa data dan fakta, serta video pidato sesuai ketentuan lomba. Materi pidato wajib merupakan karya orisinal peserta dan tidak mengandung unsur plagiarisme.

Peserta juga diwajibkan menggunakan bahasa Indonesia yang baik, santun, positif dan membangun. Video pidato selanjutnya diunggah ke media sosial pribadi peserta, baik Facebook, Instagram maupun TikTok.

Durasi pidato ditetapkan selama 3 hingga 5 menit dengan batas maksimal lima menit serta toleransi waktu maksimal 30 detik. Struktur pidato meliputi pembukaan 30–45 detik, isi pidato 3–4 menit, dan penutup 30–45 detik.

Penilaian dilakukan berdasarkan empat aspek utama, yakni substansi gagasan dengan bobot 40 persen, kemampuan komunikasi 30 persen, kreativitas karakter 20 persen, dan kedisiplinan teknis 10 persen.

Penghargaan yang disiapkan juga cukup menarik. Juara pertama akan mendapatkan beasiswa Rp5 juta dan kesempatan mengikuti aktivitas kerja AHY selama satu hari.

Sementara itu, tiga finalis terbaik pada kategori juara kedua akan memperoleh paket dari DPP Partai Demokrat dan beasiswa Rp3 juta. Sembilan finalis terbaik kategori juara ketiga juga mendapatkan beasiswa Rp3 juta.

Untuk 25 peserta terbaik usulan DPD dan 99 peserta terbaik usulan DPC, masing-masing akan memperoleh paket dari DPP Partai Demokrat. Seluruh peserta juga mendapatkan sertifikat cetak yang akan dikirim langsung ke alamat peserta.

Agus Syahdeman berharap pelajar di Kabupaten Solok dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan mempersiapkan diri sebaik mungkin dan mengangkat persoalan-persoalan nyata yang ada di daerah.

“Jangan melihat lomba ini hanya sebagai kompetisi untuk menjadi juara. Jadikan ini sebagai kesempatan untuk belajar, menyampaikan gagasan dan menunjukkan bahwa anak muda daerah juga memiliki pemikiran yang mampu memberikan kontribusi bagi bangsa,” pungkasnya.

Melalui ajang ini, peserta tidak hanya dituntut mampu berpidato dengan baik, tetapi juga menghadirkan gagasan yang memiliki substansi dan relevansi dengan persoalan masyarakat.

Lomba Pidato AHY Muda diharapkan menjadi salah satu ruang bagi pelajar untuk belajar berpikir kritis, menyampaikan aspirasi secara santun, menawarkan solusi, sekaligus menumbuhkan keberanian dan karakter kepemimpinan sejak dini.

(TIMMN45)